SMK NEGERI 2 MAGELANG

Jalan Jend. Ahmad Yani 135 A, Kramat Selatan, Magelang Utara, 56115 Magelang, Jawa Tengah

Selamat datang di website resmi SMK N 2 Magelang

Meramu dan Mengimplemantasikan Bahasa Indonesia yang Sehat di Era Pandemi

Rabu, 28 Oktober 2020 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 104 Kali

           Bulan Oktober identik dengan bulan bahasa. Namun tahukah kita, makna dari bulan bahasa yang kita peringati setiap tahun? Baiklah, mari kita tengok ke belakang benang merah dari peringatan bulan bahasa yang diperingati setiap bulan Oktober.

            Sejarah bulan bahasa dimulai tahun 1980, saat pemerintah Indonesia menetapkan secara resmi bulan Oktober sebagai bulan bahasa. Penetapan bulan Oktober sebagai bulan bahasa dikarenakan pada bulan itu sejarah mengukir tekad dan niat  bangsa Indonesia yang dipelopori para pemuda dengan mengucapkan  sumpah untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa, yang kemudian kita kenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Pengukuhan niat para pemuda untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa ini, mencerminkan rasa nasionalisme yang kuat di hati para pemuda dan bangsa Indonesia khususnya, sekaligus mengukuhkan identitas diri bangsa di kancah dunia. Momen ini kemudian menjadi titik balik bagi para pemuda yang saat itu menjadi penerus bangsa untuk berjuang dan bertarung secara nasional dan meninggalkan rasa primordialismenya sehingga dapat bersatu membangun rasa dalam lingkup yang lebih luas yaitu nasionalisme, dengan menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.

            Bagaimanakah kita sebagai generasi penerus bangsa yang sekaligus menyandang gelar seorang pendidik,  mengimplementasikan makna bulan bahasa yang diperingati setiap tahun di institusi pendidikan dan dalam kehidupan kita? Sebuah pertanyaan yang menggelitik di benak penulis saat ini, sebab tidak mudah untuk menanamkan rasa kecintaan dan kebanggaan akan bahasa Indonesia pada generasi muda yang hidup di zaman globalisasi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Salah satu cara yang digunakan untuk mengimplemantasikan makna bulan bahasa dengan meramu dan menyajikan pengajaran bahasa Indonesia yang menarik dalam proses pembelajaran dan menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari- sehari, maka makna dan tujuan dari peringatan bulan bahasa pun akan terwujud.

        Pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di setiap institusi pendidikan mulai dasar sampai tinggi akan berhasil jika ada pemahaman yang baik terhadap karakter anak didik. Pemahaman karakter anak didik saat ini sangatlah penting karena kita hidup di era globalisasi, arus teknologi begitu pesat berkembang sekaligus kita sedang mengalami imbas dari pandemi COVID-19. Jika kita tidak bijak memahami karakter anak didik yang usianya masih labil maka, mereka akan  mudah terpengaruh oleh hasutan dan provokasi dari informasi yang ada di media sosial yang tidak semuanya benar.

        Kecerdasan dibutuhkan untuk memahami informasi yang sering dimuat di media sosial yang begitu beragam jenisnya. Kecerdasan memahami informasi yang ada di media sosial akan terlatih jika ada budaya literasi dan interaksi verbal yang baik  pada setiap orang, sehingga  dapat menyaring informasi yang kadang- kadang diragukan kebenarannya. Terlebih saat ini kita berada di tahun pilkada, bahasa sering disalahgunakan untuk memprovokasi lawan politik. Segala hal yang fakta dapat diubah menjadi informasi yang menyesatkan jika kita tidak bijak dan cerdas memahami bahasa tersebut. Begitu pula di masa pandemi ini, pengajaran bahasa dan sastra Indonesia dan juga pelajaran yang lain menggunakan teknologi untuk proses pembelajaran,Jika kita tidak bijak memberi arahan pada anak didik untuk cerdas memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, pasti hasilnya tidak memuaskan. Kita harus dapat meramu dan mengemas proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dengan menyaring informasi yang sehat dan tidak menyesatkan.

        Kita sebagai generasi muda penerus bangsa sekaligus seorang pendidik harus cerdas dalam memberi contoh penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari- sehari dan menekankan pada anak didik kita pentingnya menjaga, menjunjung tinggi, dan menerapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa yang menyatukan berbagai budaya daerah dengan latar belakang budaya yang beraneka ragam namun, tetap satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Oleh: C.Oetari Darmastuti,S.Pd (Tim Jurnalistik Skanida)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT